3hari 2malam

Kau yang disana...
kita habiskan 3hari 2malam indah tanpa rasa lelah..
kau tak lagi sendirii..
dan kau tak lagi sepi..!!
kita kan disini untuk menemani..!!
nyalakan api.., main petasan luapkan emosii..
biarkan melodi membakar jagung dan ikan ditemani musik yang berbisikk..
sampai esok hari, hingga terbitnya mentari.



makan gak makan asalkan kumpul..
sisakan waktu 3hari 2malam dalam setahun biar otak lo gak tumpul.
ringan sama dijinjing.. bearat sama dipikul..
jangan dorong-dorongan nanti kejedot, trus kena pukul..@#$%*&^+*=@#$*

malem minggu.. tampang keliatan melongoo..
biar dikata soal pacaran kita bego..
tapi.. kita bisa dibilang high quality jomblo..
hahaha.. iBEN bisa ajaa.. *( siapa yang nulis niihh..??!!)
ketawa-ketawa dijalan tapi kaga ditengah..
kita stengah gila tapi normal yang kaga mau ketabrak karena lengah..

siapapun dirimu..
darimanapun asalmu..
bersama-sama..
kita tertawa..,
kita bercanda..,
kita bercengkaramah..
gak punya duit..?? gak punya cowo/cewe..??
kantong sempit..?? yaa sinonimnya kere..
cuek ajee..!!, cuma modal gitar,kartu,monopoli n sigarete kita sama-sama hapus rasa betee..
bebas.. dan lepass..
kelak kita kan berdendang dan tertawa bersama lagii.. *(Original soundtrack Pirates of carribean nyalaa..)
^_^v jiaaahh..hhe..he..he..

Regards, iBEN //Scratch

Cerpen

TERUS MELANGKAH TANPA RASA LELAH

“Baik sebelum kalian membaca cerpen ini mari kita tampilkan tokoh-tokoh utama Cerpen ini.” “mari bersama-sama kita sambut. satu, dua, tiga, empat, jepit tahan, jepit tahan, tahan dan tahan.” *visualkan lagi senam SKJ angkatan 2010/11.

iBen, adalah seorang remaja sembilanbelas tahun, menurut kesaksian ibunya semasa kecil kelakuannya selalu aneh aneh saja, mulai dari setiap malam meronta-ronta hingga membangunkan para warga , sampai gonta ganti pembatu karena banyak pengakuan dari para pembantu atau sebut saja “Bunga” *Nama korban disamarkan yang sering cidera dibagian dada.
Sewaktu ia kecil imut-imut tapi dekil bandelnya tidak karuan. kalau bermain sama perempuan sukanya tabrak-tabrakan, toel-toelan, sampai jambak-jambakan. semenjak ia kecil sang ibu selalu bertanya-tanya didalam hati, “kalau sudah besar nanti anak ini akan jadi apa?”
Oleh sebab itu sang penulis cukup memberikan adegan adeagan berumur sembilanbelas tahun.
Laki laki kelahiran medan ini selalu dihantui dengan hari-hari yang keras, kisah cinta yang pedas, dan ruang bergerak yang terbatas. walau bermodal baju bekas, ia yakin dapat mencapai kehidupan yang pantas dan tanpa batas.“hikss..hikss.. benar-benar tragis..
Kasihan sekali anak ini.”

“sekarang kita tampilkan tokoh kedua.. kita sambut QueChill..”
Remaja berbadan mungil, dekil, yang mempunyai hobi tak lain yaitu ngupil.
Ibarat bermain sepak bola, kalau melihat dia dari kejauhan bawaanya ingin berlari kencang, begitu dekat emosi kepingin nendang. keturunan berdarah campuran antara ibu perempuan dan ayahnya yang seorang lelaki, terlahir disuatu kota kecil dinegara bagian amerika latin tapi besar di daerah Gerobokgan Jatim. karena ia besar tanpa seorang ayah, ia selalu menggerutu bila mendengar kelakuan berengsek laki laki, dia mempunyai prinsib “ benci laki-laki”, oleh sebab itu QueChill normal lebih seneng liat perempuan mandi ketimbang laki-laki.

Oke sekarang kita masuk kedalam cerita.
“Chill.. gw punya felem bokep baru niih..” .

Teman-teman, jaman sekarang dialog seperti ini sudah biasa bagi kalangan muda mudi.
“Apa kalian tidak menyadari, semua pendidikan orang tua, bacaan dan acara televisi semua telah ditelanjangi, bahkan ada yang nekat pipis dalam format VCD, DVD, Avi bahkan 3Gp.”
“Coba pikir,bagaimana mungkin anak-anak kecil bisa HORNY!! anak berumur lima tahun sudah bisa M.E.N.G.E.J.A.kulasi sendiri-sendiri. apa karena pendidikan SEX itu terlalu dini..?!”
Inilah realiti yang terjadi, potret bangsa kita sekarang ini, ditengah-tengah boomingnya video Ariel, Luna ft Cut tari, dan aksi Keong racun yang sedang marak dibicarakan dibarengi dengan kemajuan ilmu teknologi dan informasi…!! ”
Oke cukup..cukup.. kita lanjut ke ceritanya.
“Bokep apaan Ben..? ”
“Gadis Dago… Hhehe.. mau nonton..? ”
“Akh Basii.. kalo itu gua juga punya, gua punya Gadis edisi terbaru berhadiah poster Justin Bieber dan Kiem bum.”
“Iitu..mah majalah… grrr.” gerutu iBen dengan nada kesal.
QueChillpun mengajukan idenya.
“Ben, jalan-jalan yukk..?”
“Mau kemana kawwannn? gaya lo kaya banyak duit aja” gerutu iBen.
“Ya.. kemana kek, yang jelas kagak uring-uringan gak jelas kaya gini.”
“Waduuhh.. gw lagi kaga ada duit nii, niatan beli sepatu baru jadi batal karena harganya makin mahal.”
“Ben, lo laki –laki bukan..?”
“ Lo mau lihat..??!! “
“Bukan gitu maksud gw Ben, kalo emang lo jantan kita jalan ketempat yang jauh dengan uang dan perbekalan yang minim, gimana..?? mau..?”
iBenpun termenung sejenak.
“emang lo punya rencana kemana..??” iBen membuka obrolan dengan nada santai.
“Jadi gini Ben, Gimana kalo kita jalan-jalan sekitaran kota Jakarta aja.”
“Dengan Transportasi Seadanya. ”
“Hmm.. maksud lo kita jalan ala pak Bondan Gitu? ”
“Yoii.. kawwannd Gimana..? mau..? ”
“tapi tujuan kita kemana..? ”
Obrolan pun terputus karena satu pertanyaan dari iBen yang sangat mematikan.


Sekarang kita bahas tentang kota kita tercinta.
DKI Jakarta, kata orang-orang tempat harta berada jadi tidak heran kalo banyak gedung dan aneka bangunan padat merapat, jumlah penduduk menurut sensuspun naik merambat. Jakarta sekarang ini semakin banyak jumlah kendaraan bertambah belum lagi banayk situ dan kali yang tertimbun sampah. Tapi jangan khawatir, dengan menaiki bus trans jakarta kita dapat mengakses lokasi wisata yang ada dijakarta mulai dari ancol dikawasan utara sampai museum kota jakarta yang terleatak dipusat kota.
“Humftt… gw juga ga tau nii ben”
“kitakan jalan-jalan ala Pak Bondan yang serba ngepas, nah biar makin komplit kita abaikan tujuan, dimana kita menginjak tanah disitu kita nimbrung, gimana..?? ”
“Oke jadii…!!” teriak QueChill dengan nada semangat.
Waktupun terus berlalu, jarum jam pun menunjukan pukul sembilan, mereka berdua bersiap-siap untuk sebuah perjalanan.
“iBen..iBen..” Terdengar suara QueChill yang memanggil iBen.
“Eh..nak QueChill, mari masuk..” sambut ibu iBen yang menyambut QueChill.
“ Pada mau kemana sih.. dandananya rapi benar .”
“ Oh.. jadi gini tante.. sekitar dua jam lalu kita dapat tawaran sebagai tokoh utama cerpen yang gak jelas gitu deh,honornya kecil lagi, sial..”
“Pulang lewat mana lo Chill..? Besok masih mau lihat matahari gak ? !”

Tak lama iBen keluar dari kamar, dengan menggunakan pakaian yang bertemakan kasual,
Dengan rasa percaya diri dan senyuman licik ala jhonny depp iapun berkata. “ Breengkeeett…”
Mereka berduapun berpamitan.
“Tante, kita jalan dulu yah..”
“Eh, Ben.. itu kan dialog g.., kenapa lo yang ngomong?”
“Akh masa sihh..? coba gw liat scriptnya”.
Cut..cut..itu tadi dialognya QueChill! Ulangi !!
“Tante, kita jalan dulu yah..”
“Kalian hati –hati yah..”
“Mah brangkat duluyah “ iBenpun mencium tangan sang bunda.
“Oke! Pertama-tama kita ke warung kang Tono ”
“Akh.. Cemen banget si Ben masa udah dandan keren-keren nimbrungnya di warung ”
“Sst..tar dulu Chill gw mau ngutang rokok dulu.. Hhehe..”
Sesampainya diwarung kang tono tiba-tiba Rico menyapa. Pemain yang ini gak usah dijelasin yah buang-buang kertas doang. int nii na nia nuiiinggg.. *Baca : intinya dia sumbiiinggg..
“oii..iMen..nutiill.. na nian nu neman na tciih? “ * baca : oii..iBen..QueChill..kalian mau kemana sihh?
Format subtitle : Sumbing- Indonesia
“mau jalan-jalan aja nih, lo mau ikut gak?” ujar QueChill yang paham betul bahasa gaib satu ini.
“Daghh agh.. uwa gi imuk me me em man nii!*Baca : gak ah.. gua lagi sibuk BBMan nii!
“Hussh.. ngomong sumbing, giliran yang menjurus kaya gitu lancar lo! ” ujar iBen yang kesal karena tidak mengerti.
Karena kesal iBen tidak mengerti Rico pun mengetik pada telepon selularnya apa yang telah dia bicarakan dan memperlihatkan kepada iBen.
Tulisanya seperti ini : “ Uwa gi imuk me me em man oll loll”
* Baca : gua lagi sibuk BBMan tol^^l..
Memang aneh si rico, tidak hanya gaya bicaranya yang sumbing tulisanya pun tak mau kalah nuiingg…
“ Niahhh… Nuiing..Hhaha.. nan nian amadhh tcii nnu..
*Baca: Jiahhh…Sumbiing..Hhaha..kasian amat sii lu..
Gini nihh jadinya kalo si Rico meledek penulis karena sumbing sungguh tak tahu malu.

Setelah mendapatkan sebongkus rokok kretek yang ditemani sebuah korek mereka pun berangkat. dengan menggunakan kendaraan umum jurusan lebak bulus mereka mengakhiri rute perjalanan dikawasan Skatepark Kemang.
“Ben..Ben.. Lihat banyak siswa berseragam bersekolah, sepertinya mereka pada bolos tuh..”
Memang jaman sekarang bolos sekolah bukan sebauh perihal nakal. selama bisa membual lewat surat atau dengan cara mencari-cari alasan agar tidak mengikuti pelajaran. jangan dilakukan yah nanti berakibat fatal. banyak anak-anak memandang sekolah sebagai formalitas.
Jadi tidak heran kalo akhir-akhir ini banyak siswa yang tidak naik kelas.
“Heii kamu yang baca cerpen ini diMall pada jam pelajaran cepat kembali ke sekolah.”
“Hargailah hasil jerih payah ibu dan ayah.”
“Widih…. mereka minum apaantuh? ” tanya QueChill kepada iBen yang tahu betul masalah satu ini.
“Ohh.. buat mereka minuman keras sudah biasa ”
Minuman seperti ini punya macam-macam warna tergantung campuran bartendernya, rasanya pun aneh-aneh saja. ada yang mirip obat batuk kalo diminum sampai mabuk cara berjalan mirip orang ngantuk disenggol sedikit marahnya mirip gorila ngamuk. hati-hati bila meminum yang berwarna merah hati, bawaanya selalu horny memancing ejakulasi dan tidak sadar selama tiga hari, bila diminum di diskotik hari jumat bisa keluar hari senin pagi. bila meminum berwana biru bawaanya selalu emosi semua orang diajak berkelahi tidak perduli sekalipun orang tuanya sendiri. jangan sampai mau dipengaruhi minuman ini nanti di ciduk polisi dan masuk berita kriminal di televisi.
Ingat… jangan bermain-main dengan Alkohol! nanti kalian bisa lupa diri.
“Tadi Jack’D gw mana..mana… ada yang liat gak..??” *Jack’D kependekan dari Jack Daniels.
“Ben.. kalo dia nginjek apa tuh.. coba jelasin dong.”
“Kayanya kotoran kucing dehh..”
“Bukan.. sok tau lo..”
“Masa sii.. coba gua liat..”
“Tukan bener kotoran kucing.. untung gua kaga ikut nginjek..!!”
Dasar bodoh.. memang tidak menginjak, tapi memegang.
Tiba-tiba dengan nada panik QueChill berseru kepada iBen.
“Ben.. Ben.. cabut aja yuk..” dengan nada panik QueChill mengajak iBen untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
“Kenapa si lo..? baru nyampe, udah maen cabut aja!”
“Itu tu.. lo liat mereka gak?”
“Mereka..??!! siapa..??!!” seru iben penasaran.
“Itu south JOVANKA..!!” *south JOVANKA : nama sekelompok anak muda yang mempunyai kegiatan menuangkan ekspresi secara visual.




Sebelumnya melanjutkan cerita, kita mengingat kejadian tahun lalu.
QueChill salah satu anggota dari south JOVANKA, pertama kali komunitas ini terbentuk para anggota saling bantu bahu membahu tapi entah kenapa QueChill disudutkan, ditendang dan dikeluarkan karena tuduhan-tuduhan salah. semenjak ia disudutkan dengan tuduhan-tuduhan salah, ia trauma masuk sekolah sampai akhirnya ia dikeluarkan pihak sekolah.
Begitu pula apa yang telah terjadi dengan iBen. iBen sengaja mengundurkan diri dari komunitas karena ia sadar komunitas yang dia ikuti bersifat membual yang bicara dilebih-lebihkan dan kemunafikan yang dihebatkan. yang sudah pasti bersifat negatif dan dicap hitam oleh masyarakat karena beberapa aksi brutal. awalnya iBen yang dibantu dorongan dari sang kekasih berniat untuk tidak merusak masa depan. iBen pun dimusuhi karena para anggota berbicara pedas yang tak pantas untuk seorang iBen. disaat iBen kehilangan semua teman sang kekasih pun pergi meniggalkan iBen. Bahkan selang beberapa bulan sang mantan iBen menjalin hubungan dengan salah satu kawan komunitasnya itu. semenjak cerita salah itu mengarah kepada iBen, iBen hanya mengalah meredam amarah terdiam sambil menelan ludah. semenjak itu iBen selalu bertanya dalam hati “yang salah siapa?, yang lawan siapa? ,dan yang kawan ada dimana? ” iBen hanya menyimpan dalam hati kalau ternyata komunitas dan sang mantan hanyalah sekumpulan pecundang yang berani menikam dari belakang.
iBen dan QueChill sebenarnya teman sejak kecil, tapi karena memasuki sekolah menengah pertama dan atas mereka jarang bersama. semenjak kehilangan semua teman iBen dan QueChill mempunyai sifat yang sama. menjadi sosok pendiam tutup mulut atas yang dialaminya dan kurang percaya dengan orang-orang disekitarnya. entah pada suatu hari iBen tak sengaja bertemu QueChill disalah satu tempat hiburan dijakarta. mereka hanya saling sekedar menyapa dan menganggap dia bukan siapa-siapa. kejadian itu pun terulang lagi disetiap minggunya.
sampai pada akhirnya iBen dan QueChill mulai tertawa bersama, dihiasi canda tawa yang hanya bersifat semata. suatu saat iBen pun bercerita apa yang dialaminya begitu mendengar pertanyaan QueChill yang menjurus tentang dirinya, begitu pun sebaliknya semenjak saat itu mereka berdua mempunyai perasaan dendam. tapi dendam tersebut tidak menjurus suatu pembalasan melainkan beberapa prinsip yang motifasi untuk maju, yaitu:
“Hujan akan berhenti,mungkin tak sekarang tapi lihat saja nanti.”
“Tanpa konsep dukungan komunitas, kita bisa tanpa batas berada diatas.”
“Komunitas pecundang yang hanya menang nama, sedangkan kita menunjukan pada dunia”

Semenjak prinsib-prinsib itu terbentuk, mereka berdua saling menujukan kalau mereka berarti bagi masyarakat seperti, QueChill yang mendesain gambar animasi dan membagi-bagi kan gratis dalam bentuk poster kepada anak-anak TK, meski hanya beberapa belas lembar.
Sedangkan iben, ya.. yang menulis cerpen ini.”Hhehehe..”
Tak luput yang dibantu beberapa teman yang berprofesi DJ dan Composer music disalah satu Digital studio, iBen membuat beberapa lagu iseng yang bersifat menyindir sisi lain kehidupan, kawan yang menikam dibelakang dan menjurus ke mantan.
Oke, kita kembali keceritanya..
“Yawdah.. sekarang gini Chill,..mereka asik kita santai, Tapi kalo mereka ngusik, kita bantai..!!”
“Akhh.. yakin lo ben,t api jumlah mereka enambelas orang!”
“Chill.. memang badan gua kecil semaput, tapi kalo musuh nyikut, balas nyikut. gak perduli meski gemetar menjalar sampai keujung rambut. ”
“Woke ben, kalo begitu cara lo.. gw juga ikut. ”
Tiba-tiba salah satu dari komunitas berteriak.
“woii.. Bang^^t..!!”
Dengan suara lantang QueChillpun membalas.
“Maaf.. gua orang beradab.. yang gak percuma tiap malem baca Alkitab.”
Mendengar kata-kata QueChill yang lantang dan berani, akhirnya salah satu dari mereka datang menghapiri.
“Weiss,.. mulai berani sekarang! ” seru dari seseorang dari komunitas.
“Terus mau loa apa? ribut? Hah.. lo pikir gua takut! ”
“Yahh.. Gob^^k.. sappa yang suru ngajak ribut..!” gerutu iBen dalam hati.
“ Poughh….!!! ” Karena kesal QueChill memukul bagian perut mantan temanya tersebut. melihat salah satu anggota komunitas dipukul, teman-teman dari komunitas itu langsung berkumpul lalu memukuli QueChill. karena takut awalnya iBen menganggap tidak kenal, tapi karena ia tidak tega melihat kawanya dihajar ia nekat memukul wajah salah satu dari mereka. Akhirnya mereka berdua menjadi bulan-bulanan. kurang lebih tiga menit berkelahi akhirnya mereka dipisahkan oleh bagian keamanan setempat.
“Woii.. Pengecut jangan lari…!! ” gerutu QueChill sambil menahan sakitnya bibir yang koyak dan mengeluarkan tetesan darah.
“Udah-udah Chill ..udah cukup gua mimisann….!! ” seru iBen.
setelah mereka diobati dan disidang oleh kepala keamanan, tiba-tiba seorang gadis manis datang menghapiri.
Gadis itu menangis karena melihat darah yang melumuri pakaian mereka.
“QueChill.. Hikss.Hikss..kamu kenapa? Hikss..” mereka berdua tercengang mendengar suara tersebut.
“QueChill.. kenapa waktu itu kamu tinggalin aku..?! hikss..hikss.. memang aku kangen kamu.. tapi bukan kondisi seperti ini aku melihat kamu.. hikss..hikss..”
“eitss… jangan salah sangka dulu, perempuan ini bukan korban cabulnya laki-laki.”
Gadis berwajah manis ini bernama Jenny. Jenny adalah cinta pertama QueChill semasa SMA.
QueChill menghilang dan tak terlihat semenjak dikeluarkan dari sekolah, QueChill pun tak sempat mengucapkan beberapa penggal kalimat berpisah. Ibarat pepatah mengatakan semakin kuat kita menggenggam mawar, maka semakin terasa pula duri tajam yang menusuk.
Itulah romantika cinta QueChill.
Melihat dan mendengar Jenny menagis, QueChill pun dan turut meneteskan air mata.
Berbeda dengan iBen yang begitu melihat sosok Jenny, ia pun menggerutu dan bernyanyi dalam hati. “Wajah mu mengalihkaann….. iMAAAN kuu…” *tidak patut untuk ditiru
Dalam suasana haru, Jenny memeluk erat QueChill seakan tak mau kehilangan sosok QueChill.
“hikss.. Sudah.. cukup.. cukup lukanya… aku gak mau melihat kamu menahan perih!!” tangis Jenny.
“Kamu kemana aja sihh..?? dua tahun aku nungguin kamu. ” tanya Jenny kepada QueChill.
“iia maaf dehh.. kalau aku gak sempet ngucapin kata berpisah, waktu itu aku trauma masuk sekolah.”
“Aku sedih karena kamu gak ada buat aku, tapi aku bersyukur aku gak sedih karena mendegar kata-kata berpisah dari kamu.”
“Tapi sekarang aku sudah bisa tersenyum lebar karena bisa ketemu kamu lagi meski keadaan kamu seperti ini.”
“Sudah.. jangan menagis lagi yah.. aku janji akan selalu ada buat kamu.”
Karena bosan tidak diajak bicara iBen pun meledek dua sejoli tersebut.
“Yankk..yankk..yankk. yankk auss.. yankk auss..”
“Hahaaha… tampang lo pantes juga Ben jadi tukang asongan ” seru QueChill dengan nada canda.
“Hahaha.. sabar yahh.. sabar.. oiia,siapanya QueChill? namanya siapa?”
Tanya Jenny dengan penuh keramahan.
“Oiia, kenalin gw iBen.. gw temen dari kecilnya QueChill.”
“Oiia gw mo tanya, mata lo ga rabunkan? masa ia perempuan secantik elo bisa luluh sama tampang beginian?!.hahaha..” canda iBen.
“Rabun si nggak,tapi gw dapet mimpi buruk sebelum dia nembak gw.. Hahaha..”
Ditengah-tengah suasana canda, tiba tiba terdengar suara decitan rem mobil. “Ciiiiittt….”
Mata merekapun tertuju kepada seorang anak, yang didepan mata kepala sang bunda tertabrak mobil. secara spontan mereka bertiga berlari untuk memberikan pertolongan pertama. dalam kejadian ini sangat terlihat bodohnya bangsa kita, banyak orang yang sok menjadi pahlawan dengan mengejar mobil yang berjarak kurang lebih 80m dan berjalan dengan berkecepatan 60km/jam. secara logika mustahil bila dikerjar dengan cara berlari.
“Yankk…!! cepet.. cepet.. kamu gendong trus bawa kemobil aku..” seru Jenny dengan nada panik.
“iBen lo juga bantuin.. gak ada waktu niruin gaya Sule nangis disini..!!”
“Anaku..anaku..anaku…” sang bunda menagis tersedu-sedu melihat kondisi anaknya.
“Ciittt..” merekapun menuju rumah sakit terdekat.
Setelah tiba dirumah sakit, merekapun berlari memasuki ruang unit gawat darurat yang biasa disebut UGD. selang dua menit dari memasuki UGD tak lama sang dokter berkata dan memvonis bahwa sang anak telah tewas, mendegar kabar itu suasanapun berubah menjadi haru.
“Anaku..anakuu… kenapa sepagi ini kau pergi..??!! anakku…!!”
Karena tak kuasa menahan haru, iBen berlari menuju halaman rumah sakit.
Ia duduk disamping pohon besar dan dengan sebatang ranting kayu ia menulis di permukaan tanah “M.A.M.A..”
Tak lama dua sejoli datang mengahampiri iBen. QueChill pun bertanya kepada iBen.
“Kenapa lo ben…??? Jadi meloww gitu..??”
“Gak tau kenapa tiba-tiba gw jadi kangen nyokap , gw sempet ngebayang kalo yang menagis tadi nyokap gw. Mama..buat gua gak sekedar empat huruf dan dua suku kata dia sosok yang nyata, semua kebutuhan sandang dan pangan gua tak pernah dibatasi selama beliau masih mampu beliau memberikan dengan hati tulus dan dengan penuh kasih.”
“Sudahlah.. sekarang tinggal lo pikir gimana caranya berbakti buat mama.”
tutur QueChill yang menyemangati iBen.
Setelah berpamitan dan tak lupa mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya anak tersebut, QueChillpun mengajukan ide untuk menuju kawasan menteng dimana dijalan sumenep terdapat tempat makan sate pinggiran yang tentunya” makyoss..” Sesampainya disana mereka langsung memesan sate ayam khas madura.
“Bang 3 yahh.. gak pake lamma.” seru iBen.
“Derridimaa.. tak iyee.. buru buru amat..”
“Udalaha Cha.. buatin aja gak usah banyak cincong deh..”
“Chaa..?? siapa tu cewe..?? pacar baru kamu yahh..? iiighh.” gerutu Jenny karena kesal.

Teman-teman Cha itu sebutan akrab ala madura yang artinya Bang, Ucok, kokoh, Lae, Akang, Kang mass, Bli, Bung, Coy, Brotha.. “yooman.. Hhahaha..”

Setelah dijelaskan oleh penulis akhirnya Jenny pun mengerti siapa itu cha.
Karena hari yang mereka lewati begitu menguras tenaga, merekapun makan dengan lahapnya. Setelah menyantap habis iBenpun bergegas menuju warung terdekat untuk membeli rokok.
Ditengah-tengah suasana sunyi QueChil dan Jenny.
Hayo… emang ngapainnn..??!!.. pasti pikiranya udah ngeres deh..
Teman-teman kalau pacaran jangan gitu-gituan, nanti bernasib sama dengan empat teman dan dua orang mantan iBen. belum cukup umur udah ada janin didalam kandungan masih pengangguran udah sok pegang omongan. ini masalah klasik yang berakibatkan masa muda dan masa depan jadi berantakan. selamatkan masa depan sampai pagi tiba.
“Yankk..yankk.. aku mau tannya dong, tadi kamu ngapain di skate park?”
“Jadi ginii yank.. setiap hari sabtu aku selalu luangin waktu untuk jalan-jalan.”
“Tadinya aku jalan di mall tapi aku ngerasa risih, karena melihat banyak om-om berdasi yang sudah pasti beristri jalan bergandengan dengan mahasiswi.”
“Aku makin gak ngerti dengan kondisi sekarang ini, apa lagi jalan yang kita lewati itu kenapa banyak banci..?!” tanya jenny dengan wajah penuh tanya.

Teman-teman jaman sekarang banyak para suami punya enam istri bukan poligami tapi polisiti. yang satu simpanan dan sisanya cadangan mungkin masa mudanya pernah frustasi dihianati sibelahan hati dan tidak lagi percaya akan cinta sejati.
Kalau bicara soal mahasiswi.. “ minggu lalu, di tv kok ikutan ngantri..?!”
Sedangkan jalan yang dimaksud Jenny adalah jalan taman lawang kalau malam tiba banyak pria berubah jenis, hanya demi uang mereka rela tidur sesama jenis, padahal sama-sama bisa tumbuh kumis, sama punya si kecil hitam manis, bulu-bulu betis dicukur abis sampe keliatan mulus klimis, meski udah make stocking tiga lapis tapi tetep aja posisi badan harus berdiri kalo pipis.
Sekarang kita lihat si iBen. Setelah membeli sebungkus rokok ia lupa bawasanya koreknya tertinggal di meja pedagang sate secara terpaksa ia nekat meminta api kepada salah satu baci.
“Maaf mass.. minta api rokoknya donk..”
“Iighh… sembarangan deh.. ni anak kecil siapa lagi eiike seddooot nii.. panggil eiike mbak ato Sess.. ngertii…!! ”
“Emang nama aslinya siapa mass… eh salah.. mbak..?”
“Nama eiike Susan..”
“Hah..?? Susann…?? Susanto kalii..!!”
“Iighh… sembarangan deh kalo ngomong.. pough…!!”
“Yearrrgghhh….@&^#+=!. ” .suara iBen meringis kesakitan karena ada suatu benda mendarat tepat di dahinya.
“Weiihh…Ben perasaan pas berantem tadi yang berdarah idung lo deh.. kenapa jidat lo jadi ikut-ikutan berdarah..?”
“Abiss.. dilempar Bass betot sama banci.. Seball..!!”
“ Hahaha… kok bisa..?? emang tadi ngapain aja sama bancinya.?”
“Akkgghhh….Siiaallll… Bener-bener sial gw ini hari.. “
Ditengah obrolan yangpenuh canda, tiba-tiba Jenny berseru kepada sang kekasih.
“Ayankk…!! Kamu jangan ngilang lagi yah.. Huhuhuh..”
“Hohoho… iia cinnta.. aku gak akan ngilang lagi, aku janji.”
“Yasudah,sekaranga kamu simpan no HP aku.. supaya kamu ga kesepian lagi.”

Malam semakin larut, merekapun sepakat untuk berpisah dan kembali menuju rumah masing-masing. Sebelum berpisah, dengan mesra QueChill mencium kening Jenny.
Karena masih kesal, iBenpun berteriak mengucapkan kata-kata perpisahan untuk sang banci.
“Woii.. mbak Susanto… kembalilah kejalan yang benar..!!”
_TAMAT_